Kemampuan Fattah 2, Rudal Balistik Iran Dengan Teknologi Hypersonic

Headline, News226 Dilihat

KilasAceh.co –  Rudal balistik yang diberi nama Fattah 2 belakangan menjadi sorotan utama dalam konflik terbaru antara Israel dan Iran yang kembali memanas sejak 13 Juni 2025.

Serangan udara besar-besaran dari Israel terhadap lebih dari 12 lokasi strategis di Iran langsung dibalas dengan kekuatan penuh. Iran tak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan yang mengguncang dunia, salah satunya menggunakan rudal hipersonik canggih bernama Fattah 2.

Rudal ini menjadi sorotan setelah sukses menghantam gedung Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv. Lantas, bagaimana sebenarnya kemampuan dari rudal balistik ini?

Apa Itu Fattah 2?

Dilansir dari IRGC Aerospace Force, Fattah 2 adalah rudal balistik jarak menengah buatan Iran yang dilengkapi dengan teknologi hypersonic glide vehicle (HGV).

Rudal ini merupakan generasi lanjutan dari Fattah 1 yang diperkenalkan pada pertengahan 2023, dan mulai diperkenalkan secara resmi kepada pemimpin Iran pada 19 November 2023.

Dengan kecepatan mencapai 13-14 Mach (13 hingga 14 kali kecepatan suara), Fattah 2 memiliki daya jangkau sekitar 1.400 hingga 2.000 kilometer.

Kemampuan ini membuatnya mampu menembus sistem pertahanan paling canggih sekalipun, termasuk milik Israel seperti Iron Dome, David’s Sling, atau Arrow.

Teknologi Canggih di Balik Fattah 2

Menurut Laporan The Economic Times, salah satu keunggulan utama Fattah 2 terletak pada kemampuan manuver ekstremnya.

Ditenagai oleh sistem propulsi dua tahap berbahan bakar padat dan glide vehicle khusus, rudal ini dapat mengubah lintasan secara signifikan bahkan di tengah penerbangan. Teknologi ini membuat radar konvensional kesulitan melacak pergerakannya.

Fattah 2 juga dilengkapi dengan sistem navigasi presisi tinggi, termasuk inertial navigation unit (INU) dan global navigation satellite system (GNSS), seperti GPS dan GLONASS. Hal ini memungkinkan rudal menghantam target dengan akurasi dalam hitungan meter.

Dengan bobot peluncuran mencapai 12 ton dan membawa sekitar 9 ton propelan, rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat 450 kilogram. Target utama Fattah 2 mencakup fasilitas militer strategis, pangkalan udara, serta pusat komando musuh.

Iron Dome Jebol oleh Fattah 2

Serangan balasan Iran ke Tel Aviv pada 14 Juni 2025 menandai penggunaan operasional pertama Fattah 2 dalam perang. Dalam hitungan menit, rudal ini berhasil menghancurkan gedung Kementerian Pertahanan Israel.

Sistem pertahanan udara Iron Dome yang selama ini dianggap sangat mumpuni, tak mampu mencegat rudal hipersonik ini.

Iron Dome sendiri dirancang untuk menghadapi roket dan artileri jarak pendek dengan kecepatan lebih rendah dan lintasan balistik sederhana. Sementara Fattah 2, dengan kecepatan Mach 13-14 dan kemampuan bermanuver, jauh melampaui kapasitas deteksi dan reaksi Iron Dome.

Meskipun Israel memiliki pertahanan berlapis seperti David’s Sling dan Arrow 2/3 untuk rudal jarak menengah dan jauh, kehadiran Fattah 2 memperlihatkan bahwa sistem-sistem itu pun tidak cukup untuk menghalau rudal hipersonik modern.

Pengerahan Fattah 2 dalam konflik ini menunjukkan bahwa Iran kini memiliki kekuatan militer yang sangat serius. Rudal ini bukan hanya simbol kekuatan, melainkan juga ancaman nyata terhadap stabilitas kawasan.

Kecepatannya yang luar biasa, dikombinasikan dengan kemampuan manuver dan akurasi tinggi, menjadikan Fattah 2 sebagai senjata strategis kelas dunia.

Iran pun menegaskan bahwa rudal ini dikembangkan untuk bertahan dan menyerang jika kedaulatan negaranya terancam. Dengan nama Fattah yang berarti penakluk dalam bahasa Persia, rudal ini menjadi representasi dari kekuatan dan kemandirian militer Iran.

 

 

Beritasatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *