Kejati Aceh Salurkan Bantuan Sembako kepada Korban Banjir 

Headline, News142 Dilihat

KilasAceh.co – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Yudi Triadi bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Aceh Juraida menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir.

Bantuan sembako tersebut berupa beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, ikan sarden dan kebutuhan dasar lainnya.

“Bantuan yang kita serahkan tersebut berasal dari keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia, termasuk Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) dan IAD Pusat,” kata Kajati Aceh Yudi Triadi, Sabtu 6 Desember 2025.

Rombongan Kejati Aceh memulai penyaluran bantuan di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian selama masa pemulihan pasca banjir.

“Bencana ini adalah duka kita bersama. Kami datang untuk memastikan bantuan dapat diterima dengan baik dan memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Ini merupakan bentuk empati dan kebersamaan dari keluarga besar Kejaksaan RI, Persaja, dan IAD,” katanya.

Penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan secara simbolis. Kajati Aceh bersama jajaran juga mengunjungi beberapa titik lokasi terdampak untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

Yudi Tradi mengunjungi dan memantau langsung kondisi posko pengungsian di Gampong Raya Dagang, Kabupaten Bireuen. Di lokasi tersebut tercatat sebanyak 1.700 warga terpaksa mengungsi karena banjir merendam pemukiman dan merusak akses jalan serta fasilitas umum.

Selain itu, Kajati Aceh kembali menyalurkan bantuan tambahan dan berdialog langsung dengan para pengungsi di Pidie Jaya untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus kebutuhan mendesak.

Salah satu warga Gampong Meunasah Lhok menyampaikan terima kasih atas bantuan sosial yang diberikan oleh jajaran Kejaksaan.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan dan ini sangat bermanfaat bagi kami korban banjir,” ujarnya.

Selain kebutuhan pangan, perangkat Starlink juga diberikan kepada sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah terdampak.

Perangkat tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai sarana komunikasi alternatif karena jaringan telekomunikasi yang ada mengalami gangguan akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *