Imbas Pernyataan Bahlil, Warga Aceh Panic Buying BBM

Headline, News103 Dilihat

KilasAceh.co.- ntrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di sejumlah daerah di Aceh. Kondisi ini dipicu kekhawatiran warga terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah, antrian kendaraan roda dua dan empat hampir mencapai 500 meter hingga satu kilometer.

Bahkan warga rela menunggu sejak 19.30 WIB untuk mendapatkan BBM tersebut.

Antrian panjang juga terjadi di sejumlah SPBU di Banda Aceh yang telah terjadi sejak dua hari lalu. Pengendara rela antri untuk mendapatkan BBM.

Dipicu Pernyataan Menteri ESDM Bahlil

Kekhawatiran warga muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut stok BBM nasional berada di kisaran 21–25 hari.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di masyarakat bahwa krisis BBM akan terjadi dalam waktu dekat. Akibatnya, warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mengisi bahan bakar.

Situasi antrean yang panjang sempat memicu keributan di SPBU Tan Saril di Aceh Tengah. Beberapa warga terlibat cekcok hingga nyaris berujung adu jotos.

“Barusan ada keributan pas antrean, kami enggak tahu masalahnya apa, padahal bulan Ramadhan kan. Saya sendiri takut enggak dapat BBM besok,” ucap Rahmat, warga Takengon yang ikut mengantre.

 

Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *