Gunung Burni Telong Status Siaga, Warga Bener Meriah Mulai Dievakuasi 

Headline, News154 Dilihat

KilasAceh.co – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menetapkan sejumlah titik kumpul evakuasi bagi warga yang berada di wilayah gunung Bur Ni Telong, menyusul kenaikan status gunung tersebut ke Level III (Siaga).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi mengatakan, penetapan titik evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan warga yang bermukim di sekitar kawasan rawan.

Ia menambahkan masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan

“Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi-lokasi evakuasi sesuai kecamatan dan desa. Untuk saat ini yang diimbau mengungsi hanya radius 5 km,” kata Ilham dalam keterangannya yang diterima dikutip RRI Banda Aceh, Rabu 31 Desember 2025

Berdasarkan data Pemkab Bener Meriah, titik kumpul evakuasi tersebar di tiga kecamatan yakni;

Di Kecamatan Timang Gajah I, warga dari Desa Kenine, Fajar Harapan, Damarah Baru, Bandar Lampahan, Karang Jadi, dan Mude Benara diarahkan ke Kampus USK II Lampahan dan SDN Simpang Layang.

Kecamatan Timang Gajah II yang meliputi Desa Rembune, Pantan Dedingen, Bukit Mulie, Lampahan, Lampahan Timur, dan Lampahan Barat, titik evakuasi berada di SMAN 3 Timang Gajah, MTs Blang Rongka, serta MIN Rongka.

Warga di Kecamatan Bukit, warga dari Desa Bale Atu, Hakim Tunggul, Naru, Bale Redelong, Rembele, dan Karang Rejo diarahkan menuju GOR Bener Meriah dan Pasar Pekan Simpang Tiga.

Untuk Kecamatan Wih Pesam I, yang mencakup Desa Wonosobo, Burni Telong, Pante Raya, dan Wih Pesam, lokasi evakuasi berada di sekolah TK, MI, MI, SMP, SMA, serta Lapangan Bola Blang Panas.

Sedangkan Kecamatan Wih Pesam II, warga Desa Lut Kucak, Simpang Balik, dan Bener Mulie diarahkan ke Sekolah SD dan Lapangan Bola Blang Panas.

Ilham menambahkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Bur Ni Telong serta memastikan proses evakuasi berjalan tertib.

“Kami meminta masyarakat mengikuti radius aman yang telah ditetapkan dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi pemerintah,” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *