Dijanjikan Tambahan Rp10 T dari Presiden, Pemerhati Sosial; Mualem Punya Kemampuan Lobby

Headline, News190 Dilihat

KilasAceh.co – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, provinsi Aceh mendapatkan tambahan dana Rp10 triliun dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Mualem pada sambutan sidang Paripurna di DPRA, Jumat 14 November 2025.

Dalam pidatonya dana tersebut dibagi dalam dua kelompok yakni Rp8 triliun untuk tambahan dana pembangunan, dan Rp2 triliun dana abadi hibah untuk mantan kombatan GAM.

Terkait tambahan dana tersebut, pemerhati sosial politik Rozzy Wanela memberikan apresiasi kepada Gubernur Aceh Mualem atas keberhasilannya membangun komunikasi politik dengan Presiden.

Menurutnya, tambahan dana dari Pemerintah Pusat untuk Aceh, sangat membantu pemerintah Aceh yang saat ini dipimpin oleh mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka itu.

“Aceh masih membutuhkan banyak dana pembangunan. Meskipun pembangunan Aceh sudah dapat dilihat hasilnya, tapi masih banyak yang perlu dibangun. Khususnya pembangunan bidang ekonomi dan infrastruktur daerah,” kata pria warga Banda Aceh itu.

Ia menilai Aceh sebagai daerah bekas konflik dan bencana alam, masih membutuhkan banyak dana pembangunan. Karena masih banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan serta lainnya

“Puluhan tahun Aceh terpasung dalam konflik. Kemudian terkena bencana alam tsunami. Setelah 20 tahun damai mulai terlihat pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan lembaga pendidikan. Tapi itu belum cukup. Masih banyak yang harus dibangun, supaya Aceh bisa mengikuti perkembangan kemajuan zaman,” ujar.

Meskipun APBN 2026 telah disahkan, dan Aceh mendapatkan Rp3,74 triliun dana otonomi khusus, Rozzy Wanela optimis, Presiden Prabowo akan merealisasikan janjinya kepada Mualem.

“Kenapa saya sampaikan optimis, ya karena mereka berdua berlatar belakang petempur, sehati sejak lama,” ucapnya.

Dalam konteks rencana pembangunan terowongan Geurutee, Rozzy juga memberikan apreasi kepada Mualem. Berkat kerja keras beliau isu terowongan Geurutee telah sampai ke Nasional. Kementerian terkait bersama Bappenas telah menurunkan tim untuk melakukan kajian.

“Terowongan Geurutee yang kita teriakkan sejak lama, ketika Mualem jadi Gubernur Aceh, langsung mendapatkan respon dari Pusat. Ini merupakan bukti kemampuan diplomasi Mualem ke tingkat Pusat. saya memberikan apresiasi untuk kerja-kerja Mualem,” ungkap Rozzy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *