BYOND BSI Lumpuh, Warga Banda Aceh Murka: Aktivitas Ekonomi Terganggu, Nasabah Desak Evaluasi Total

News71 Dilihat

Kilasaceh.co – Gangguan sistem layanan digital BYOND milik Bank Syariah Indonesia kembali menuai amarah masyarakat di Banda Aceh. Error yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir dinilai sangat merugikan nasabah karena menghambat transaksi keuangan harian, mulai dari transfer, pembayaran, hingga akses mobile banking.

Sejumlah warga mengaku kecewa dan geram atas buruknya pelayanan digital yang terus berulang tanpa adanya kepastian penyelesaian dari pihak BSI. Di tengah kebutuhan transaksi cepat dan stabil, gangguan sistem justru membuat masyarakat panik dan kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

“Ini bukan lagi soal gangguan biasa. Masyarakat menyimpan uang di bank untuk keamanan dan kemudahan transaksi, bukan untuk dipersulit oleh sistem yang terus bermasalah,” ujar salah seorang warga Banda Aceh dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut memicu kemarahan publik, terutama pelaku usaha kecil, mahasiswa, hingga pekerja harian yang sangat bergantung pada layanan digital perbankan. Banyak transaksi tertunda, pembayaran gagal, dan aktivitas usaha terganggu akibat sistem BYOND yang dinilai tidak siap menghadapi kebutuhan nasabah.

Masyarakat Banda Aceh pun melayangkan ultimatum keras kepada pihak agar segera melakukan evaluasi total terhadap sistem digital mereka. Warga menilai gangguan berulang ini mencerminkan lemahnya kesiapan infrastruktur layanan dan buruknya manajemen penanganan krisis.

“Jangan jadikan masyarakat sebagai korban eksperimen sistem digital. Jika tidak mampu memberikan pelayanan maksimal, maka pihak manajemen harus bertanggung jawab secara terbuka kepada publik,” tegas salah satu tokoh pemuda di Banda Aceh.

Warga juga meminta otoritas terkait untuk turun tangan mengawasi kualitas layanan perbankan digital agar kejadian serupa tidak terus berulang. Menurut mereka, sebagai bank besar dengan jutaan nasabah, BSI seharusnya mampu menghadirkan sistem yang stabil, aman, dan profesional.

Gelombang kekecewaan masyarakat di media sosial pun terus meningkat. Banyak nasabah mempertanyakan komitmen BSI dalam menjaga kepercayaan publik, terutama di Aceh yang mayoritas masyarakatnya merupakan pengguna aktif layanan perbankan syariah tersebut.

Apabila persoalan ini terus berlanjut tanpa solusi nyata, masyarakat mengancam akan melakukan aksi protes terbuka sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan yang dinilai semakin meresahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *