Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 Kolaborasi IMI Aceh dan Kejati Hadirkan Ajang Otomotif Terbesar 

Headline, Otomatif185 Dilihat

KilasAceh.co – Ketua Panitia Rozzy Wanela, menyampaikan, Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 resmi digelar sebagai kolaborasi perdana antara Kejaksaan Tinggi Aceh dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh bersama Klub Rencong Auto Custom yang teregister resmi di IMI.

Acara ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan ruang kreatif, edukatif, dan kompetitif bagi insan otomotif sekaligus memperkuat peran institusi penegakan hukum dalam mendukung kegiatan positif generasi muda.

Ia menambahkan adapun tunjan Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 bertujuan memberikan wadah bagi pecinta otomotif Aceh untuk menyalurkan kreativitas dalam modifikasi dan custom kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Cara ini juga diharapkan menjadi media silaturahmi antara komunitas otomotif, pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah,” katanya Minggu 21 September 2025.

Selain kontes mobil dan motor, lanjut Rozzy menghadirkan beragam atraksi menarik, antara lain, Pameran otomotif dengan berbagai brand dan komunitas kendaraan, serta stand UMKM yang menyajikan kuliner khas Aceh dengan tujuan untuk mendukung ekonomi lokal.

“Ada juga kegiatan edukasi keselamatan berkendara yang melibatkan komunitas otomotif dan aparat terkait, serta hiburan musik, lifestyle yang menambah daya tarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan,” ucapnya.

Menurut Rozzy, lokasi kegiatan di kantor Kejati Aceh sebagai lokasi penyelenggaraan memiliki makna simbolis, yakni memperlihatkan bahwa institusi hukum tidak hanya berfungsi dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra masyarakat dalam mendorong kreativitas, sportivitas, dan kegiatan positif.

“Acara ini digelar secara rutin setiap tahun karena selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Relevansinya terus terjaga karena otomotif menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda, serta menjadi wadah positif untuk menekan potensi kegiatan ilegal terkait kendaraan bermotor,” ujar Rozzy

Pada tahun ini, panitia membagi kontes ke dalam dua kategori utama yakni profesional dan non profesional.

“Pembagian ini dimaksudkan untuk memberikan ruang adil bagi peserta, baik builder atau modifikator berpengalaman maupun pemula yang ingin menunjukkan kreativitasnya,” ucapnya.

Adhyaksa Aceh Auto Fest 2025 menargetkan pengunjung dari berbagai kalangan, terutama komunitas otomotif, generasi muda, keluarga, pecinta modifikasi, serta masyarakat umum yang ingin menikmati hiburan kreatif dan kuliner khas Aceh.

Kontes mobil dan motor akan dinilai oleh tim juri profesional yang berasal dari IMI Aceh, praktisi otomotif nasional, dan tokoh komunitas otomotif.

“Kriteria penilaian meliputi kreativitas dan inovasi modifikasi.Kerapian dan detail pengerjaan.Mekanisme penilaian dilakukan secara transparan, dengan setiap juri memberikan skor pada setiap kriteria yang kemudian diakumulasikan untuk menentukan pemenang,” kata Rozzy

Selaku ketua panitia, Rozzy menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal.

Kehadiran ribuan pengunjung dipastikan mendorong omzet UMKM, mulai dari sektor kuliner, merchandise, hingga jasa pendukung otomotif. Hal ini sejalan dengan misi Kejaksaan Tinggi Aceh dan IMI Aceh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang kreatif dan produktif.

“Adhyaksa Aceh Auto Fest merupakan ajang otomotif tahunan yang mempertemukan komunitas, pelaku industri, serta masyarakat luas dalam satu ruang kreatif dan edukatif. Tahun 2025 menjadi tonggak kolaborasi perdana antara Kejaksaan Tinggi Aceh dengan IMI Aceh, menghadirkan konsep yang lebih besar, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ketua IMI Aceh mengatakan kegiatan Otomotif Aceh sudah berjalan dengan baik dengan dibuktikan dari prestasi prestasi yang di raih dan sebaran event IMI yang tersebar hampir diseluruh kabupaten kota Aceh setiap minggu baik kompetisi maupun IMI Mobility.

“Kami mendukung kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong kreativitas, sportivitas, dan kegiatan positif di bidang otomotif,” demikian ketua IMI Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *