14 Ribu Bangunan di Israel Rusak Parah Akibat Serangan Rudal Iran

Headline, News180 Dilihat

KilasAceh.co – Sekitar 20 rudal balistik diluncurkan ke Israel dalam serangan Iran. Namun, sirene di seluruh wilayah Israel meraung-raung yang memaksa warga Yahudi bersembunyi di bunker bawah tanah. Bahkan, 14.000 bangunan rusak akibat terkena rudal Iran.

Serangan Iran itu terjadi setiap malam. Alarm berbunyi berturut-turut sepanjang malam. Jadi, warga Israel keluar masuk tempat perlindungan hampir sepanjang malam.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan kami tidak yakin di mana dampak rudal tersebut. Ada beberapa laporan rudal jatuh di area terbuka di Negev.

Al Jazeera melaporkan, dampak dari semua itu, terdapat 14.000 permohonan kompensasi telah diajukan ke Kementerian Keuangan Israel dari orang-orang yang rumahnya rusak.

Ini, tentu saja, terjadi karena kilang minyak dan kilang lainnya telah ditutup, terutama di Haifa, karena kerusakan yang diderita dari serangan rudal Iran sebelumnya. Pembangkit listrik di Haifa juga.

Komando Front Dalam Negeri memberikan peringatan dini yang jauh lebih singkat untuk serangan rudal balistik Iran pada malam hari daripada sebelumnya, mungkin karena jumlah rudal yang ditembakkan relatif sedikit.

Iran meluncurkan kurang dari 10 rudal secara total dalam tiga serangan terpisah tepat setelah tengah malam, pukul 3:30 pagi, dan 4:30 pagi, tetapi dalam setiap kasus, Komando Front Dalam Negeri mengeluarkan peringatan kepada warga sipil hanya 2-3 menit sebelum sirene yang sebenarnya berbunyi.

Biasanya, IDF mengeluarkan peringatan dini sekitar 10 menit sebelum sirene berbunyi, karena rudal terdeteksi diluncurkan.

Selain itu, Komando Front Dalam Negeri tidak mengeluarkan peringatan pra-peluncuran yang menyerukan warga sipil di daerah yang berpotensi terancam untuk bersiap menuju tempat perlindungan bom dalam setiap serangan pada malam hari. Komando Front Dalam Negeri mengatakan pihaknya berupaya mengeluarkan peringatan ini 15-30 menit sebelum serangan diluncurkan.

Peringatan dini yang lebih pendek dan kurangnya kewaspadaan awal diduga terkait dengan fakta bahwa Iran meluncurkan rudal yang jauh lebih sedikit dalam semalam dibandingkan sebelumnya, yang kemungkinan membuatnya lebih sulit dideteksi peluncuran atau persiapan pra-peluncuran dibandingkan ketika rentetan tembakan terdiri dari puluhan rudal

SindoNews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *