KilasAceh.co – Imran Nahumarury resmi dipecat sebagai pelatih kepala Malut United. Selain Imran, direktur teknik Yeyen Tumena juga turut dipecat oleh manajemen klub.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Wakil Manajer Malut United, Asgar Saleh. Surat pemecatan juga telah dilayangkan kepada keduanya sejak sepekan lalu.
“Ini bukan lagi sekadar isu ya, kita sudah melayangkan surat pemecatan satu minggu lalu ke saudara Yeyen dan Imran Nahumarury,” ujar Asgar kepada Beritasatu.com, Selasa 17 Juni 2025.
Pemecatan dilakukan menyusul temuan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip dasar klub yang tidak dapat ditoleransi.
Menurut Asgar, hasil investigasi internal menemukan bukti kuat bahwa Imran dan Yeyen melanggar nilai kejujuran, integritas, komitmen, dan loyalitas yang merupakan pilar utama Malut United.
“Kami menemukan banyak bukti, misalnya dalam hal transfer uang dari pemain ke mereka berdua, kemudian ada fee dari agen pemain yang juga mereka ambil. Bukti-bukti yang terkumpul mengindikasikan bahwa mereka melanggar prinsip dasar, terutama kejujuran. Di Malut United tidak ada yang lebih besar dari klub,” tegas Asgar.
Ia menambahkan, secara resmi keduanya tidak lagi menjadi bagian dari Malut United untuk menghadapi kompetisi musim depan
Guna mempersiapkan tim menghadapi Liga 1 musim mendatang, manajemen saat ini tengah menyeleksi beberapa calon pelatih pengganti. Selain pelatih baru, sejumlah nama pemain baru juga dipertimbangkan untuk memperkuat skuad Malut United.
“Secara internal kita sudah menyeleksi beberapa nama, berdiskusi dan insyaallah nanti kami umumkan di momentum yang tepat bersamaan dengan tim pemain,” jelas Asgar.
Langkah tegas manajemen Malut United mendapatkan dukungan dari para pendukung.
Humas suporter Sperman Malut United, Samsul Roji Kamarullah, menyebut pemecatan Imran merupakan keputusan terbaik demi masa depan tim dan berharap pelatih baru yang akan ditunjuk nanti dapat membawa Malut United meraih prestasi lebih baik.








