Sengketa 4 Pulau Jadi Pembelajaran Pemerintah Terkait Aceh

Headline, Politik182 Dilihat

KilasAceh.co – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyatakan kontroversi mengenai empat pulau yang disengketakan antara Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) bisa menjadi pelajaran penting bagi pemerintah, terutama dalam penyusunan kebijakan terkait Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan JK seusai menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud, di kediamannya di kawasan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025) malam.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Ini kasus pertama sejak 20 tahun lalu yang menunjukkan pentingnya mematuhi Undang-Undang Pemerintah Aceh dan MoU Helsinki. Dalam kedua dokumen itu jelas disebutkan setiap kebijakan terkait Aceh harus melalui konsultasi dan persetujuan dari Pemerintah Aceh, tetapi hal itu tidak dilakukan,” ujar JK.

Ia juga menegaskan pengambilan keputusan menyangkut Aceh harus mempertimbangkan aspek sejarah dan regulasi yang berlaku.

JK turut menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya dalam menangani polemik tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak presiden, juga kepada mendagri dan Wakil Ketua DPR Pak Dasco yang memimpin pertemuan. Mereka semua memiliki pandangan yang bijak,” katanya.

Kunjungan Wali Nanggroe Aceh ke kediaman JK dilakukan setelah pemerintah memutuskan untuk mengembalikan status Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek ke wilayah administratif Provinsi Aceh

Dalam kesempatan tersebut, Tengku Malik Mahmud menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penyelesaian polemik yang sempat memicu ketegangan antara Aceh dan Sumatera Utara.

“Saya bersyukur masalah empat pulau ini telah diselesaikan. Terima kasih kepada presiden dan seluruh jajaran yang terlibat, termasuk Pak mendagri,” ucap Malik.

Ia mengakui sempat merasa cemas jika pemerintah mengambil keputusan yang kurang tepat, tetapi kini merasa lega dan percaya masyarakat Aceh akan menerima keputusan tersebut dengan baik.

“Saya sangat senang karena persoalan ini ditangani dengan bijaksana. Jika tidak, saya khawatir akan timbul gejolak antara Aceh dan Sumatera Utara,” tuturnya.

Tengku Malik juga menyampaikan apresiasi kepada Jusuf Kalla yang telah memberikan dukungan sejak awal dalam upaya penyelesaian persoalan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak JK yang sejak jauh-jauh hari sudah menjalin komunikasi dan ikut membantu menyelesaikan masalah ini,” katanya

 

 

 

Beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *