kilasAceh.co – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia resmi menaikkan status aktivitas Gunung Burni Telong dari Level II (waspada) menjadi Level III (siaga).
Dalam keterangan resmi PVMBG peningkatan status tersebut dipicu adanya aktivitas gempa yang signifikan pada Juli 2025 hingga 30 Desember 2025. Bahkan, terjadi gempa tektonik lokal di sekitar gunung tersebut .
“Dari Juli hingga Desember 2025 telah terjadi 10 kalo gempa vulkanik dalam (VA),” keterangan resmi PVMBG.
Akibat gempa di sekitar gunung Burni Telong tersebut dapat berakibat erupsi freatik yang dipicu oleh gempa tektonik.
Potensi bahaya lainnya berupa munculnya hembusan gas vulkanik berbahaya di sekitar solfatara dan fumarol.
Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sekitar fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena konsentrasi gas vulkanik yang dapat membahayakan.
PVMBG akan terus dipantau aktivitas digunung tersebut apabila terjadi perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.








